Salah tulis sejarah untuk materi sekolah dasar & menengah

             

           Sejarah dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau. 

         Mempelajari sejarah memang penting tapi kerap kali materi yang dituang dalam buku sejarah di sekolah dasar maupun menengah di indonesia lebih fokus pada peperangan yang menggambarkan pada kondisi politik labil. Kata perang-perang selalu dibaca dihayati oleh peserta didik sebagai jalan utama menyelesiakan sengketan apapun. Padahal fakta  sejarah tidak demikian mudah dan cepat mengobarkan api peperangan oleh pelaku sejarah.

          Selayaknya mewajarkan jika ada tawuran antar pemuda atau ledakan bom diri. Penulisan sejarah banyak bercerita peristiwa perang dibandingkan perkembangan geopolitik, ekonomi, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, sastra pada masa itu contoh kecil ; kalau melihat sejarah orde lama, pasti generasi bangsa ini diceritakan kekejaman perang saudara dibandingkan perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi. Kalau melihat sejarah orde baru, generasi bangsa ini disuguhkan kisah genosida dibandingkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi & sastra.

           Kebiasaan penjabaran sejarah dipersempit kepentingan kelompok tertentu. Rasa pengecut bangsa ini yang tertanam lama dengan menutupi fakta sebenarnya demi keuntungan pribadi atau kelompok. Sejarah selayaknya ditampilkan berbeda versi biarkan generasi memilah memilih mana yang benar atau yang salah. Berita sejarah memuat keduanya antara salah dan benar. Intervensi pemerintah dalam pembukuan sejarah tidak diperlukan lagi. Pemerintah hanya menfasilitasi keterbukaan informasi sebenarnya untuk kajian sejarah. 

         Penulisan sejarah harusnya memuat rangkuman materi ajar secara utuh kondisi situasi saat itu untuk sekolah dasar & menengah dari berbagai bidang peradaban ;

1) Pendidikan
2) Ekonomi
3) Geopolitik
4) Sains/ teknologi
5) Bahasa/ Sastra
6) Kebudayaan

           Penulisan sejarah harus runtut dari peristiwa satu ke peristiwa  lainnya atau dari peradaban satu ke peradaban lain bukan kebanyakan profil tokoh-tokoh pahlawan. Profil-profil tokoh pahlawan tidak menimbulkan pemahaman kejadian pristiwa faktual tapi menciptakan fanatisme figur yang terjadi pada generasi saat ini atau menjadikan irisan tipis iri hati bagi kelompok, suku atau agama, yang profil tokoh pahlawan kebanggaannya tidak pernah disebutkan dalam materi ajar. 
            
             Peserta didik sekolah dasar maupun menengah tidak diajarkan mengenali runtutan kejadian peristiwa atau perkembangan peradaban bangsanya tapi fokus pada figur tokoh. Padahal materi ajar peristiwa sejarah yang runtut & lengkap perkembangannya bisa merubah karakter generasi bangsa dari sekedar mengenal profil tokoh beralih ke peristiwa peradaban. 

        Urutan Sejarah Nusantara (Bangsa Indonesia) dari peristiwa peradaban sebagai berikut :

1. Abad Kejayaan Kerajaan Nusantara
2. Abad Perang Saudara Putra Mahkota
3. Abad Persatuan Kerajaan Nusantara
4. Abad Perpecahan Kerajaan Nusantara
5. Abad Penjajahan Bangsa Asing
6. Abad kemerdekaan & persatuan
7. ...

           Kalau periodeisasi bangsa Indonesia, maka sejarahnya terbagi tujuh periode ;

1. masa sebelum kemerdekaan
2. masa persiapan kemerdekaan
3. masa mempertahankan kemerdekaan
5. masa orde lama
6. masa orde baru
7. masa reformasi

            Itu ringkasan yang penulis tambilkan. Mungkin ada para pembaca yang berbeda membagi urutan peradaban.

Tulis di kolom komentar & jangan lupa klik tombol pengikut "gratis".


             

Tidak ada komentar: